Sudahkah Anda Layak di Natal Ini?



1 Yohanes 4: 10

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Setiap kali perayaan Natal, saya menolak untuk mmeiarkan stress mengubah tujuan Natal menjadi seperti sebuah kompetisi. Salah satu cara yang mengingatkan saya tentang kebaikan musim Natal ini adalah musik Natal. Ya, saya tahu, pasti ada lebih dari 1000 versi musik klasik dan beberapa radio mulai memperdengarkannya sejak 1 November, yang membuat makna lagu terasa hambar. Namun, kuncinya adalah tidak segera menggantinya, tetapi terus saja mendengarnya. Anda hanya akan mendengar suara Tuhan, dan itu mungkin mengobati kebutuhan Anda dalam menatap Natal menjadi sesuatu yang bermakna. Seperti halnya lagu ‘O Holy Night’. Secara keseluruhan lagu ini adalah lagu yang indah. Namun, secara tersirat di ayat pertama lagu ini adalah gambaran tentang semangat Natal.

Kedatangan Kristus menggenapi janji yang sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, seperti dalam Yesaya 7 : 14, yang berbicara soal kehamilan sang perawan. Hal itu tidak hanya berbicara soal kelahiran anak yang ajaib, tetapi juga menawarkan penebusan bagi seluruh umat manusia. Kelahiran inilah menjadi langkah pertama menuju Paskah dan karya penebusan di kayu salib. Ketika Yesus lahir, lagu ini mengatakan bahwa kita semua diperlayakkan. Di dalam keberdosaan kita, penting sekali bagi Allah untuk menggenapi janji-janji-Nya dan masuk ke dalam jiwa kita.

Natal mengingatkan saya akan kasih Allah. Natal berbicara tentang pemberian terbaik Tuhan, karena Dia mengasihi kita. Yohanes 3: 16 berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Sementara dalam 1 Yohanes 4 : 9-10, firman Allah berkata bahwa karena kasih Allah akan kita, Dia rela mengutus Anak-Nya yang tunggal sebagai pendamai bagi dosa-dosa kita.

Bukankah pesan ini menghangatkan hati Anda? Di tengahmusim liburan yang sibuk dimana kita berusaha keras untuk terus kuat, kita bisa tenang, karena kita sudah menemukan kelayakan dan kasih di dalam Bapa. Bukan persoalan lagi bila Anda lupa mengirimkan paman Anda sebuah kartu Natal atau kue dadar Anda bahkan terasa hambar. Liburan yang sempurna juga tidak berbicara soal dekorasi terbaik. IIni adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus dan pemahaman bahwa kita dikasihi sebagaimana adanya kita.

Saya berharap Anda dipenuhi sukacita Natal saat ini. Tak peduli berapa besar konflik batin dalam diri Anda, Natal telah menyelesaikan semua itu. Biarkan saya meyakinkan Anda, Anda layak dan Anda dikasihi. Lihatlah di sekitar Anda. Sebuah perayaan didedikasikan khusus hanya untuk menunjukkan betapa mengagumkannya Anda.

Kelahiran Yesus menjadi bukti nyata bahwa Tuhan mengasihi umat-Nya dengan nilai kasih yang melebihi apapun di dunia 

Sumber : Jennifer E. Jones/jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

0 komentar:

Post a Comment