DAVID WOOD – PSYCHOPATHIC ATHEIST BERTOBAT IKUT YESUS


Jika anakku meninggal, saya akan menangis. Saya pikir saya tidak akan. Seseorang yang mempunyai gejala sosiopat [sociopath] tidak mempunyai empati kemanusiaan terhadap orang lain. Ketika mereka melihat penderitaan orang lain, mereka tidak merasa rasa belas kasihan terhadap mereka … Dan saya memutuskan untuk membunuh ayahku. Dan saya memutuskan dengan cara yang brutal bukan dengan tembakan senjata, saya akan melakukan dengan palu.

Saat itu saya masih di SMA dalam kelas Biologi ketika teori evolusi begitu didengung-dengung-kan bagi kita semuanya. Perkembangan spesies, sifat-sifat baru karakteristik, yang semuanya itu sanggup mengambil alih pola pikir. Kemudian saya simpulkan mungkin saya mencapai tingkat tertinggi didalam umat manusia ketika aku ditahan oleh emosi yang dimiliki kebanyakan manusia. Saya menyadari semua peraturan-peraturan kecil yang kata orang harus kamu ikuti begitu mencuci otakku, seperti masuk secara paksa ke berbagai tempat, masuk secara paksa ke sekolah, mencuri. Saya merasa merobek lapisan-lapisan peraturan yang menghadang diriku seumur hidup, dan hal itu merupakan perasaan yang luar biasa.

Dan apabila aku ingin bebas dari segala hal yang mencuci [mempengaruhi] otakku mengenai benar dan keliru … dan saya memutuskan untuk membunuh ayahku. Dan saya memutuskan dengan cara yang brutal bukan dengan tembakan senjata, saya akan melakukan dengan palu. Ketika aku berjalan ke arah ayahku dengan palu ditanganku dan saya memukulnya di kepala beberapa kali dan saya pikir dia sudah mati, kemudian saya pergi.

Salah seorang teman-nya bernama Jim menemukan dirinya bersimbah darah, kemudian membawanya ke rumah sakit dan kemudian aku menjumpai ibuku dan berkata, “Saya melakukan ini karena pada saat itu aku diberitahu untuk melakukannya saat itu.” Ibuku tidak membawaku ke kantor polisi, akan tetapi dia membawaku ke rumah sakit jiwa. Mereka membuat laporan berdasarkan waktu pada saat aku disana, data-data pribadi dan lain sebagainya. Akhirnya pemerintah Virgina memindahkan aku dari rumah sakit jiwa dan membawaku ke penjara. Dikarenakan ayahku masih bertahan hidup, saya dinyatakan salah karena melakukan ‘malicious wounding’ — dendam yang melukai. Saya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Ada seorang Kristen yang bernama Randy. Dan dia sedikit berbeda dengan orang lain. Suatu hari dia membaca Alkitabnya. Kemudian aku berjalan kearahnya dan berkata, “Hei, kamu tahu kamu membaca Alkitab-mu. Kamu membaca Alkitab dikarenakan kamu lahir di Amerika Serikat. Kalau kamu lahir di China, kamu akan menjadi seorang pengikut Budha. Kalau kamu lahir di India maka kamu menjadi seorang Hindu. Jika kamu lahir di Arab Saudi maka kamu akan menjadi Muslim. Orang seperti kamu percaya kepada apa yang orang lain katakan kepadamu untuk dipercaya.” Dia mulai berdebat dengan diriku. Dan dia mulai menghabisi diriku dalam perdebatan itu. Randy berbeda dengan orang-orang Kristen lain yang aku pernah berdebat sebelumnya dimasa lalu. Saya melakukan seri perdebatan dengan Randy dengan pandangan hidupku yang berakhir beberapa bulan. Randy memenangkan argumentasi dimana kita terlibat didalamnya.

Tidak harus kalah dan begini jadinya, saya harus banyak belajar Alkitab agar dapat merespon dirinya. Karena itulah kelemahanku. Saya harus jujur katakan saat itu terkesan dengan Yesus. Saya berpikir saat itu bahwa sebelumnya saya pikir saya adalah orang terbaik didunia menjadi orang yang terjelek didunia. Suatu pertanyaan muncul kenapa saya merasakan kebuntuan seperti ini atau ada suatu pribadi yang mampu menghadapi hal ini. Siapakah yang mampu mengubah [pengubahan yang radikal] orang yang sangat berantakan, Yesus atau tidak ada yang lainnya. Yesus atau tidak ada harapan.

Saat itu saya berlutut dan berdoa dan saya katakan, “Tuhan, saya tidak tahu apakah aku akan percaya Engkau besok akan tetapi aku percaya padamu saat ini. Jika Engkau dapat melakukan sesuatu terhadapku, Engkau dipersilahkan untuk melakukannya.” Kemudian aku berdoa, di penjara. Ketika kemudian aku tersadar bahwa dunia terlihat begitu berbeda. Sepertinya aku berada di dunia lain. Segalanya mempunyai warna yang berbeda. Saya tahu ada sesuatu yang terjadi. Akan tetapi saat itu aku tidak mau mendengarkan dari siapapun, dan ada suatu ketenangan yang luar biasa. Saya merasa secara fisik dapat beristirahat dari beban hidup.

Saat dipenjara ada saat dimana aku susah melakukan suatu pengakuan. Akan tetapi aku sekarang seorang Kristen dan aku bisa mengatakan banyak hal mengenai masa lalu. Ayahku saat itu mengunjungi aku di penjara pada kunjungan pertama dan dia mengatakan, “It’s Ok.” Ayahku memaafkan aku. Dia mengatakan, “Aku tidak menyangka kamu benar-benar melakukan hal itu.” Dan saat dia mengatakan banyak hal dan memaafkan aku, hal itu merupakan sesuatu yang menakjubkan.

Saya dipenjara kurang lebih 4,5 tahun. Saya keluar dari penjara tahun 2000. Kemudian aku ke perguruan tinggi. Saya mulai berdebat dengan seorang gadis muda yang merupakan seorang Agnostik. Kemudian dia menjadi seorang Kristen. Kemudian kami menikah tahun berikutnya. Kami mempunyai anak dan melihat mereka bertumbuh. Melihat apa yang sudah aku lakukan sepertinya tidak mungkin mendapatkan kehidupan normal seperti ini.

Saya ingin semua orang tahu bahwa ada Pencipta dunia ini. Tuhan Yesus bangkit dari kematian, dan itu menunjukkan banyak hal, ada Pencipta dan Dia begitu perhatian kepada kita. Dan Dia ada di dunia ini untuk mati bagi kita semua. Dan itu adalah pesan penting yang bisa mengubah segala sesuatu.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. – 2 Korintus 5:17

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

0 komentar:

Post a Comment